Jumat, 24 Juli 2025 - Dalam semangat pelestarian budaya dan spiritualitas, masyarakat Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, menggelar Tradisi Grebeg Suran untuk menyambut datangnya Bulan Sura dalam kalender Jawa. Tradisi ini telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan berkah, keselamatan, dan hasil bumi.
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan Grebeg Suran tahun ini adalah ritual pengambilan air suci dari Kali Surah, tepatnya di Situ Tirta Marta, sebuah mata air yang telah lama menjadi simbol kehidupan dan sumber penghidupan warga. Pengambilan air tersebut dilakukan secara sakral oleh tokoh adat dan masyarakat, sebagai simbol pembersihan diri dan doa agar desa senantiasa diberi kelimpahan serta dijauhkan dari marabahaya.
Kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan tumpeng hasil bumi, doa bersama lintas usia, dan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti kentongan, wayang, lengger, serta tampilan budaya lokal lainnya. Suasana desa terasa begitu hidup dan meriah, diiringi semangat gotong royong seluruh warga.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang sedang mengabdi di Desa Karangcegak juga turut berpartisipasi aktif dalam perayaan ini. Mereka membantu dalam persiapan acara, dokumentasi kegiatan, hingga ikut serta dalam prosesi budaya. Kehadiran mahasiswa ini menjadi jembatan kolaborasi antara tradisi lokal dan semangat generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya desa.
Melalui Grebeg Suran, Desa Karangcegak tak hanya merayakan identitas budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan antarwarga serta mempererat hubungan antara masyarakat dan unsur pendidikan tinggi.